<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ponpes Salamatul Qolbi</title>
	<atom:link href="http://salamatulqolbi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com</link>
	<description>Berorentasi akhirat, beraqidah salafussholih, beribadah shohihah, berakhlaq karimah, berilmu, kreatif dan trampil</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Nov 2011 13:28:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salamatulqolbi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ponpes Salamatul Qolbi</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salamatulqolbi.wordpress.com/osd.xml" title="Ponpes Salamatul Qolbi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salamatulqolbi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/27/al-quran/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/27/al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 09:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[AL-QUR'AN]]></category>
		<category><![CDATA[HAFALAN]]></category>
		<category><![CDATA[MENGHAFAL]]></category>
		<category><![CDATA[METODE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[A.KAIDAH DASAR UNTUK MEMUDAHKAN MENGHAFAL AL-QUR&#8217;AN Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya: Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla. Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=31&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p align="justify">A.KAIDAH DASAR UNTUK MEMUDAHKAN MENGHAFAL AL-QUR&#8217;AN</p>
<p align="justify">Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya:</p>
<p align="justify"><span id="more-31"></span></p>
<p align="justify"><strong> Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.</strong><br />
Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.</p>
<p align="justify"><strong>Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.</strong><br />
Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.</p>
<p align="justify"><strong>Membenarkan ucapan dan bacaan.</strong><br />
Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahualaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali. Para shahabat radliallahu anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.</p>
<p align="justify"><strong>Membuat target hafalan setiap hari.</strong><br />
Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.</p>
<p align="justify"><strong>Membaguskan hafalan.</strong><br />
Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.</p>
<p align="justify"><strong> Menghafal dengan satu mushaf.</strong><br />
Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar. Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf. Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.</p>
<p align="justify"><strong>Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.</strong><br />
Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya. Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus. Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar. Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.</p>
<p align="justify"><strong>Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.</strong><br />
Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.</p>
<p align="justify"><strong>Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).</strong><br />
Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.<br />
Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.</p>
<p align="justify"><strong>Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.</strong><br />
Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam : <em>“Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya.”</em> Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu. Akan tetapi hendaklah mengatakan: Aku dilupakan.</p>
<p align="justify"><strong>Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.</strong><br />
Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.</p>
<p align="justify"><strong>Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.</strong><br />
Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.<br />
Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.</p>
<p align="justify"><strong>Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.</strong><br />
Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua. Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.</p>
<p align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN</strong></span></p>
<p align="justify">Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut. Di antaranya:</p>
<ol>
<li>Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.</li>
<li>Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.</li>
<li>Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.</li>
<li>Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.</li>
</ol>
<p align="justify">Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang.</p>
<p align="justify"><em> Wallahu alam bishawwab.<br />
</em><br />
<strong>(Dinukil dari kitab: <em>Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu</em> oleh <em>Abi Abdirrahman</em>)</strong></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>B. MENGHAFAL AL-QUR&#8217;AN DENGAN METODE MEMBACA BERULANG-ULANG</strong></p>
<p align="justify">Salah satu metode terbaik dalam menghafal al-Qur’an ialah apa yang akan kami sebut kan. Metode ini memiliki keistimewaan khusus, yaitu hafalan yang mengakar kuat, disamping menghafal nya pun cepat, hingga kita dapat hafal AL-qur’an dalam waktu singkat, kami akan menjelaskan metode tadi dengan mengambil sample halaman pertama dari QS.Al-jumu’ah, caranya ialah sebagai berikut:</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke dua sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke tiga sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke empat sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah KEEMPAT ayat tadi dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali, agar satu<br />
sama lai saling terkait.</li>
<li>bacalah ayat ke lima sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke enam sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke tujuh sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat ke delapan sebanyak 20 kali</li>
<li>bacalah ayat KELIMA sampai KEDELAPAN sebanyak 20 kali, agar satu sama lain<br />
saling terkait.</li>
<li>bacalah ayat PERTAMA hingga ayat KEDELAPAN 20 kali, agar kita menguasai<br />
betul halaman ini.</li>
</ol>
<p align="justify">Dan terapkan selalu metode ini dalam menghafal tiap halaman hingga khatam Al-qur’an, dan jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz {1/4 hizib} tiap harinya, agar target hapalan kita tidak terlalu banyak hingga akhirnya kocar kacir.</p>
<p align="justify">Bila kita ingin menghafal halaman berikut nya pada keesokan harinya, maka sebelum kita terapkan metode tadi, bacalah dahulu halaman kemarin dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali, agar hafalan kita betul betul mengakar kuat, Baru setelah itu kita mulai menghafal halaman baru dengan metode yang telah di jelaskan.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>C. </strong><strong>METHODE MENGHAFAL AL-QUR&#8217;AN<br />
</strong></p>
<p align="justify">Ditulis pada <span class="postdate">Agustus 2, 2007</span> oleh dkmfahutan</p>
<p align="justify">Berikut ini adalah salah satu dari metode bagi anda yang mau menghafal ayat-ayat dalam al Qur’an. Tapi yang perlu diperhatikan sebelumnya bahwa,</p>
<p>Obat terbesar dalam menghafal dan memahami adalah taqwa kepada Allah SWT. <em>“Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajarimu”</em></p>
<p>Imam Syafi;i berkata, <em>“Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.</em></p>
<p>Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Hendaklah permulaan hafalan al Qur’an dimulai dari surat An Naas lalu al Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat al Qur’an. Cara ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya di dalam shalat baik.</li>
<li>Membagi hafalan menjadi dua bagian. Pertama, hafalan baru. Kedua, membaca al Qur’an ketika shalat.</li>
<li>Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga maghrib untuk hafalan baru.</li>
<li>Mengkhususkan waktu malam, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca al Qur’an di dalam shalat.</li>
<li>Membagi hafalan baru menjadi dua bagian: Pertama hafalan. Kedua, pengulangan. Adapun hafalan, hendaknya ditentukan waktunya setelah shalat fajar dan setelah Ashar. Sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.</li>
<li>Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.</li>
<li>Hendaklah membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam.</li>
<li>Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka hendaklah diulangi kadar pembagian pengelompokan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahan.</li>
<li>Hendaklah hafalannya persurat. Jika surat tersebut panjang, bisa dibagi menjadi beberapa ayat berdasarkan temannya. Tema-tema yang panjang juga bisa dibagi menjadi dua bagian atau lebih. atau dapat juga dikumpulkan surat-surat atau tema-tema yang pendek menjadi satu penggalan. Yang penting pembagian tersebut tidak asal-asalan, bukan berdasarkan berapa halaman atau berapa barisnya.</li>
<li>Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surat apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan, maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari satu hari.</li>
<li>Apabila di tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka hendaklah dilakukan pengulangan kembali disiang hari di hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di awal-awal hari setelah menyelesaikan hafalan baru.</li>
<li>Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surat-surat yang akan digunakan dalam shalat malam kepada orang lain.</li>
<li>Sangat baik mendidik anggota keluarga dengan metode ini. Caranya dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari, mengingatkan kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh berkembang diatas al Qur’an. Dan al Qur’an bisa menjadi teman bagi mereka yang tidak bisa lepas darinya dan tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Serta bisa menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan mereka.</li>
<li>Hendaklah memperhatikan cara membacanya. Bacaan harus tartil (perlahan) dan dengan suara yang terdengar oleh telinga. Bacaan yang tergesa-gesa walaupun dengan alasan ingin menguatkan hafalan baru adalah bentuk pelalaian terhadap tujuan membaca al Qur’an (untuk memperoleh ilmu, untuk diamalkan, untuk bermunajat kepada Allah, untuk memperoleh pahala, untuk berobat dengannya).</li>
<li>Tujuan dari menghafal al Qur’an bukanlah untuk menghafal lafadz-lafadznya dalam jumlah yang banyak. tetapi tujuannya adalah mengulang-ulang surat yang telah dihafal dalam shalat dengan niatan, mentadabburi al Qur’an. tetapi apabila mampu menghafal banyak surat sesuai apa yang telah disebutkan diatas, itu lebih utama dari pada sedikit menghafal. Yang terpenting adalah menerapkan kaidah diatas. Apabila menurutmu waktu sangat sempit maka ambillah kadar yang sedikit namun terus diulang-ulang.</li>
</ol>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=31&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/27/al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berita Baru</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/12/berita-baru/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/12/berita-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 23:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang telah hadir film-film nasyid anak2, mujahid dan arab. Serta film-film murotal para syeikh dan anak2. Untuk menikmatinya tinggal  klik di kolom sebelah kanan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=29&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang telah hadir film-film nasyid anak2, mujahid dan arab. Serta film-film murotal para syeikh dan anak2. Untuk menikmatinya tinggal  klik di kolom sebelah kanan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=29&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/05/12/berita-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA ENAM TAHUN PERTAMA</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-pada-usia-enam-tahun-pertama/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-pada-usia-enam-tahun-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[siwak]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periede ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa. (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah.) Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=7&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periede ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa. (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah.)<br />
<span id="more-7"></span> Karena itu, para pendidik perlu memberikan banyak perhatian pada pendidikan anak dalam periode ini.<br />
Aspek-aspek yang wajib  diperhatikan oleh kedua orangtua dapat kami ringkaskan sebagai berikut:</p>
<p><em>1. Memberikan kasih sayang yang diperlukan anak dari pihak kedua orangtua, terutama ibu.<br />
</em> Ini perlu sekali, agar anak belajar mencintai orang lain. Jika anak tidak merasakan cintakasih ini,maka akan tumbuh mencintai dirinya sendiri saja dan membenci orang disekitamya. “Seorang ibu yang muslimah harus menyadari bahwa tidak ada suatu apapun yang mesti menghalanginya untuk memberikan kepada anak kebutuhan alaminya berupa kasih sayang dan perlindungan. Dia akan merusak seluruh eksistensi anak, jika tidak memberikan haknya dalam perasaan-perasaan ini, yang dikaruniakan Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya dalam diri ibu, yang memancar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan anak.” (Muhammad Quthub,Manhaiut Tarbiyah Al Islamiyah, juz 2.)<br />
Maka sang ibu hendaklah senantiasa memperhatikan hal ini dan tidak sibuk dengan kegiatan karir di luar rumah, perselisihan dengan suami atau kesibukan lainnya.</p>
<p><em>2. Membiasakan anak berdisiplin mulai dari bulan-bulan pertama dari awal kehidupannya.<br />
</em> Kami kira, ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Telah terbukti bahwa membiasakan anak untuk menyusu dan buang hajat pada waktu-waktu tertentu dan tetap, sesuatu yang mungkin meskipun melalui usaha yang berulang kali sehingga motorik tubuh akan terbiasa dan terlatih dengan hal ini.<br />
Kedisiplinan akan tumbuh dan bertambah sesuai dengan pertumbuhan anak, sehingga mampu untuk mengontrol tuntutan dan kebutuhannya pada masa mendatang.</p>
<p><em>3. Hendaklah kedua orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan kehidupannya.</em><br />
Yaitu dengan menetapi manhaj Islam dalam perilaku mereka secara umum dan dalam pergaulannya dengan anak secara khusus. Jangan mengira karena anak masih kecil dan tidak mengerti apa yang tejadi di sekitarnya, sehingga kedua orangtua melakukan tindakan-tindakan yang salah di hadapannya. Ini mempunyai pengaruh yang besar sekali pada pribadi anak. “Karena kemampuan anak untuk menangkap, dengan sadar atau tidak, adalah besar sekali. Terkadang melebihi apa yang kita duga. Sementara kita melihatnya sebagai makhluk kecil yang tidak tahu dan tidak mengerti. Memang, sekalipun ia tidak mengetahui apa yang dilihatnya, itu semua berpengaruh baginya. Sebab, di sana ada dua alat yang sangat peka sekali dalam diri anak yaitu alat penangkap dan alat peniru, meski kesadarannya mungkin terlambat sedikit atau banyak.<br />
Akan tetapi hal ini tidak dapat merubah sesuatu sedikitpun. Anak akan menangkap secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran puma, dan akan meniru secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran purna, segala yang dilihat atau didengar di sekitamya.” (Ibid.)</p>
<p><em>4. Anak dibiasakan  dengan etiket umum yang mesti dilakukan dalam pergaulannya.<br />
</em> Antara lain:  (Silahkan lihat Ahmad Iuuddin Al  Bayanuni,MinhajAt TarbiyahAsh Shalihah.)</p>
<p>” Dibiasakan mengambil, memberi, makan dan minum dengan tangan kanan. Jika makan dengan tangan kiri, diperingatkan dan dipindahkan makanannya ke tangan kanannya secara halus.</p>
<p>” Dibiasakan mendahulukan bagian kanan dalam berpakaian. Ketika mengenakan kain, baju, atau lainnya memulai dari kanan; dan ketika melepas pakaiannya memulai dari kiri.</p>
<p>” Dilarang tidur tertelungkup dandibiasakan ·tidur dengan miring ke kanan.</p>
<p>” Dihindarkan tidak memakai pakaian atau celana yang pendek, agar anak tumbuh dengan kesadaran menutup aurat dan malu membukanya.</p>
<p>” Dicegah menghisap  jari dan menggigit kukunya.</p>
<p>” Dibiasakan sederhana dalam makan dan minum, dan dijauhkan dari sikap rakus.</p>
<p>” Dilarang bermain dengan hidungnya.</p>
<p>” Dibiasakan membaca Bismillah ketika hendak makan.</p>
<p>” Dibiasakan untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak memulai makan sebelum orang lain.</p>
<p>” Tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan.</p>
<p>” Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik.</p>
<p>” Dibiasakan memakan makanan yang ada dan tidak mengingini yang tidak ada.</p>
<p>” Dibiasakan kebersihan mulut denganmenggunakan siwak atau sikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan sehabis bangun tidur.</p>
<p>” Dididik untuk mendahulukan orang lain dalam makanan atau permainan yang disenangi, dengan dibiasakan agar menghormati saudara-saudaranya, sanak familinya yang masih kecil, dan anak-anak tetangga jika mereka melihatnya sedang menikmati sesuatu makanan atau permainan.</p>
<p>” Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengulanginya berkali-kali setiap hari.</p>
<p>” Dibiasakan membaca “AZhamdulillah” jika bersin, dan mengatakan</p>
<p>“Yarhamukallah” kepada orang yang bersin jika membaca “Alhamdulillah”.</p>
<p>” Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara.</p>
<p>” Dibiasakan berterima kasih jika mendapat suatu kebaikan, sekalipun hanya sedikit.</p>
<p>” Tidak memanggil ibu dan bapak dengan namanya, tetapi dibiasakan memanggil dengan kata-kata: Ummi (Ibu), dan Abi (Bapak).</p>
<p>” Ketika berjalan jangan mendahului kedua orangtua atau siapa yang lebih tua darinya, dan tidak memasuki tempat lebih dahulu dari keduanya untuk menghormati mereka.</p>
<p>” Dibiasakan bejalan kaki pada trotoar, bukan di tengah jalan.</p>
<p>” Tidak membuang sampah dijalanan, bahkan menjauhkan kotoran darinya.<br />
” Mengucapkan salam dengan sopan kepada orang yang dijumpainya dengan mengatakan “Assalamu ‘Alaikum” serta membalas salam orang yang mengucapkannya.</p>
<p>” Diajari kata-kata yang benar dan dibiasakan dengan bahasa yang baik.</p>
<p>” Dibiasakan menuruti perintah orangtua atau siapa saja yang lebih besar darinya, jika disuruh sesuatu yang diperbolehkan.</p>
<p>” Bila membantah diperingatkan supaya kembali kepada kebenaran dengan suka rela, jika memungkinkan. Tapi kalau tidak, dipaksa untuk menerima kebenaran, karena hal ini lebih baik daripada tetap membantah dan membandel.</p>
<p>” Hendaknya kedua orangtua mengucapkan terima kasih kepada anak jika menuruti perintah dan menjauhi larangan. Bisa juga sekali-kali memberikan hadiah yang disenangi berupa makanan, mainan atau diajak jalan-jalan.</p>
<p>” Tidak dilarang bermain selama masih aman, seperti bermain dengan pasir dan permainan yang diperbolehkan, sekalipun menyebabkan bajunya kotor. Karena permainan pada periode ini penting sekali untuk pembentukan jasmani dan akal anak.</p>
<p>” Ditanamkan kepada anak agar senang pada alat permainan yang dibolehkan seperti bola, mobil-mobilan, miniatur pesawat terbang, dan lain-lainnya. Dan ditanamkan kepadanya agar membenci alat permainan yang mempunyai bentuk terlarang seperti manusia dan hewan.</p>
<p>” Dibiasakan menghormati milik orang lain, dengan tidak mengambil permainan ataupun makanan orang lain, sekalipun permainan atau makanan saudaranya sendiri.</p>
<p>Sumber dari : <em></em><em><a href="http://www.alsofwah.or.id/">www.alsofwah.or.id</a></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=7&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-pada-usia-enam-tahun-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMPERHATIKAN ANAK SEBELUM LAHIR</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-sebelum-lahir/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-sebelum-lahir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian kepada anak dimulai pada masa sebelum kelahirannya, dengan memilih isteri yang shalelhah, Rasulullah SAW memberikan nasehat dan pelajaran kepada orang yang hendak berkeluarga dengan bersabda : ” Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi” (HR.Al-Bukhari dan Muslim) Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang sesuai dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=6&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Perhatian kepada anak dimulai pada masa sebelum kelahirannya, dengan memilih isteri yang shalelhah, Rasulullah SAW memberikan nasehat dan pelajaran kepada orang yang hendak berkeluarga dengan bersabda :<br />
<span id="more-6"></span> ” Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)<br />
Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang sesuai dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya mendahulukan laki-laki yang beragama dan berakhlak. Rasulullah memberikan pengarahan kepada para wali dengan bersabda :<br />
“Bila datang kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka kawikanlah. Jika tidak kamu lakukan, nisacayaterjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”<br />
Termasuk memperhatikan anak sebelum lahir, mengikuti tuntunan Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga kita. Rasulullah memerintahkan kepada kita:<br />
“Jika seseorang diantara kamu hendak menggauli isterinya, membaca: “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Maka andaikata ditakdirkan keduanya mempunyai anak, niscaya tidak ada syaitan yang dapat mencelakakannya”.</p>
<p>Sumber dari http://abumuadz.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=6&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/memperhatikan-anak-sebelum-lahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/tujuan-pendidikan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/tujuan-pendidikan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Banyak penulis dan peneliti membicarakan tentang tujuan pendidikan individu muslim. Mereka berbicara panjang lebar dan terinci dalam bidang ini, hal yang tentu saja bermanfaat. Apa yang mereka katakan kami ringkaskan sebagai berikut: ” Nyatalah bahwa pendidikan individu dalam islam mempunyai tujuan yang jelas dan tertentu, yaitu: menyiapkan individu untuk dapat beribadah kepada Allah Subhanahu wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=5&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Banyak penulis dan peneliti membicarakan tentang tujuan pendidikan individu muslim. Mereka berbicara panjang lebar dan terinci dalam bidang ini, hal yang tentu saja bermanfaat. Apa yang mereka katakan kami ringkaskan sebagai berikut:<br />
” Nyatalah bahwa pendidikan individu dalam islam mempunyai tujuan yang jelas dan tertentu, yaitu: menyiapkan individu untuk dapat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tak perlu dinyatakan lagi bahwa totalitas agama Islam tidak membatasi pengertian ibadah pada shalat, shaum dan haji; tetapi setiap karya yang dilakukan seorang muslim dengan niat untuk Allah semata merupakan ibadah.” (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Mu’atstsirat as Salbiyah fi Tarbiyati at Thiflil Muslim wa Thuruq ‘Ilajiha, hal. 76.</p>
<p>Sumber dari http://abumuadz.wordpress.com/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=5&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/tujuan-pendidikan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peranan Keluarga Dalam Islam</title>
		<link>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/peranan-keluarga-dalam-islam/</link>
		<comments>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/peranan-keluarga-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salamatulqolbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamatulqolbi.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=4&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.<br />
<span id="more-4"></span> Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.<br />
Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:</p>
<p>1. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.</p>
<p>2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah dirusak nantinya.</p>
<p>3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan.</p>
<p>Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyadari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.”</p>
<p>Sumber dari http://abumuadz.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salamatulqolbi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salamatulqolbi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salamatulqolbi.wordpress.com&amp;blog=3599099&amp;post=4&amp;subd=salamatulqolbi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamatulqolbi.wordpress.com/2008/04/28/peranan-keluarga-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b4b97464ae9938dacbe2018425b335d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salamatulqolbi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
